Hubungan Literasi Digital dengan Kemampuan Mencegah Penipuan Online pada Mahasiswa Informatika

Authors

  • Enggar Rahmadhani Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Author
  • Prisca Budi Juvitasari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Author

DOI:

https://doi.org/10.69533/mn6t6032

Keywords:

literasi digital, penipuan online, mahasiswa, Informatika

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mengakses informasi, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas akademik, tetapi juga meningkatkan risiko penipuan online. Literasi digital diperlukan agar mahasiswa mampu memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara aman serta bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara literasi digital dan kemampuan mencegah penipuan online pada mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi penelitian berjumlah 344 mahasiswa angkatan 2022–2025, sedangkan sampel berjumlah 100 responden yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Pearson dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital mahasiswa berada pada kategori baik. Indikator cakap digital memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,53 atau 90%, sedangkan indikator aman digital dan etika digital masing-masing memiliki rata-rata 3,88 dan 4,12. Kemampuan mencegah penipuan online juga berada pada kategori baik, dengan indikator tindakan pencegahan memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,10 dan item tertinggi 4,39 atau 88%. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai koefisien 0,764 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, terdapat hubungan yang kuat, positif, dan signifikan antara literasi digital dan kemampuan mencegah penipuan online. Semakin tinggi literasi digital mahasiswa, semakin tinggi pula kemampuan mereka dalam mencegah penipuan online.

References

Asep, M. F., et al. (2023). Edukasi pencegahan penipuan online berbasis sosial media di Desa Mekarwangi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 60–73. https://doi.org/10.37567/pkm.v3i2.1865

Gilster, P. (1997). Book Digital literacy bab Content Evaluation dan Knowledge Assembly. Wiley.

Handayani, N. S., et al. (2026). Literasi digital sebagai strategi preventif cyber crime di kalangan mahasiswa. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 8(1), 69–82. https://doi.org/10.31764/jiper.v7i1.37994

Juwita, S., et al. (2024). Meningkatkan kesadaran digital melalui sosialisasi bahaya media sosial dan penipuan online di Desa Cimanuk. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 21–27. https://doi.org/10.37567/pkm.v3i2.1865

Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2017). Peta gerakan literasi digital di Indonesia: Studi tentang pelaku, ragam kegiatan, kelompok sasaran dan mitra yang dilakukan oleh JAPELIDI. Jurnal Informasi, 47(2), 149–166. https://doi.org/10.21831/informasi.v47i2.16079

Maddux, J. E., & Rogers, R. W. (1983). Protection motivation and self-efficacy: A revised theory of fear appeals and attitude change. Journal of Experimental Social Psychology, 19(5), 469–479. https://doi.org/10.1016/0022-1031(83)90023-9

Melisa Arisanty, et al. (2025). Cerdas dan aman bermedia digital: Peningkatan kesadaran keamanan siber di era hoaks dan phishing. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala, 4(4), 1407–1418. https://doi.org/10.51574/patikala.v4i4.3282

Napitupulu, D. A., & Susanti, S. (2025). Pengaruh pelatihan peningkatan kemampuan literasi digital terhadap pencegahan penipuan online di Kelurahan Bunga Tanjung Kota Tanjung Balai. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 250–261. https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/36471

Pratama, F. R., Komariah, N., & Rodiah, S. (2022). Hubungan antara kemampuan literasi digital dengan pencegahan berita hoaks di kalangan mahasiswa. Informatio: Journal of Library and Information Science, 2(3), 165–184. https://jurnal.unpad.ac.id/informatio/article/view/43792

Pratama, O., et al. (2025). Determinants of security behavior intention in state-owned enterprises: Applying protection motivation theory to phishing emails. International Journal of Safety and Security Engineering, 19(3), 443–453. https://doi.org/10.18280/ijsse.150304

Putri, Y. K., & Ardoni. (2025). Pengaruh penerapan literasi digital terhadap pencegahan penyebaran hoaks di media sosial: Studi kasus mahasiswa Universitas Negeri Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 27752–27759. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.31337

Rogers, R. W. (1975). A protection motivation theory of fear appeals and attitude change. Journal of Psychology, 91(1), 93–114. https://doi.org/10.1080/00223980.1975.9915803

Sanaky, M. M. (2019). Analisis validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Jurnal Simetrik, 11(1), 432–439. https://doi.org/10.31959/js.v11i1.615

Saputro, D. R., & Muji, A. (2025). Kecakapan literasi digital mahasiswa terhadap informasi hoaks dan ujaran kebencian. ArtComm: Jurnal Komunikasi dan Desain, 8(2), 169–181. https://doi.org/10.37278/artcomm.v8i2.1394

Siregar, W. S. R., & Christiani, L. (2021). Dampak intellectual capital terhadap kinerja pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 5(1), 141–149. https://doi.org/10.14710/anuva.5.1.141-149

UNESCO. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills for indicator 4.4.2. UNESCO Institute for Statistics.

Downloads

Published

2026-07-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hubungan Literasi Digital dengan Kemampuan Mencegah Penipuan Online pada Mahasiswa Informatika. (2026). Library, 2(1), 35-39. https://doi.org/10.69533/mn6t6032