Efektivitas Gerakan Literasi 15 Menit dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa SMP Negeri 2 Salimpaung
DOI:
https://doi.org/10.69533/xkgnwx49Keywords:
Gerakan Literasi Sekolah (GLS); , Literasi membaca, Kegiatan membacaAbstract
Kemampuan literasi membaca siswa pada jenjang sekolah menengah pertama masih menunjukkan capaian yang belum optimal, sehingga memerlukan intervensi yang terstruktur melalui lingkungan sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melalui kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan literasi 15 menit, mengkaji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SMP Negeri 2 Salimpaung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji menggunakan triangulasi sumber dan waktu untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi 15 menit dilaksanakan secara rutin dua kali dalam seminggu sebelum pembelajaran dimulai, yaitu pada hari Selasa dan Rabu, dengan pendampingan guru dalam suasana yang tertib dan kondusif. Siswa diberikan kebebasan memilih bahan bacaan nonpelajaran sesuai minat, serta melakukan kegiatan lanjutan seperti merangkum dan membuat karya sederhana. Program ini menunjukkan efektivitas yang cukup baik dalam meningkatkan minat baca, membentuk kebiasaan membaca, serta meningkatkan kemampuan memahami teks dan penguasaan kosakata siswa. Selain itu, kegiatan literasi juga berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasi dan kesiapan belajar. Keberhasilan program didukung oleh komitmen guru, kebijakan sekolah, dan ketersediaan fasilitas literasi, sedangkan kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta distraksi penggunaan gawai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pelaksanaan dan inovasi program untuk meningkatkan efektivitas literasi secara berkelanjutan.
References
Abidin, Z., & Taufik, M. (2017). Indeks budaya literasi mahasiswa pendidikan agama islam (pai) universitas muhammadiyah surakarta tahun akademik 2017, 150–167.
Asning, P. W. (UIN S. K., Septiara, D. (UIN S. K., & Masruri, A. (UIN S. K. (2025). Analisis Implementasi Layanan Sapa Ratu (Sarana Peminjaman dan Pengembalian Buku tanpa Turun dari Kendaraan) di Perpustakaan Kota Yogyakarta. Library, 1(1 SE-Articles), 11–22. https://doi.org/10.69533/zy7tpm43
Atho’ilah, A. A. (UIN S. K. Y., & Pratama, B. A. (UIN S. K. Y. (2025). Kebijakan Pengembangan Koleksi Berdasarkan Collection Development Theory Di Perpustakaan UNU Yogyakarta. Library, 1(1 SE-Articles), 23–31. https://doi.org/10.69533/kttc5p16
Dewi, W. S., Karma, I. N., & Oktaviyanti, I. (2022). Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Pada Literasi Baca Tulis di SDN 30 Ampenan Tahun Ajaran 2022/2023. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4), 2165–2172. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i4.931
Fatihah, S. N. (UIN S. A. R. T., & Wicaksono, M. F. (Universitas B. (2025). Peran Literasi Digital Terhadap Kebutuhan Informasi Kesehatan Mental Pengguna Media Sosial Oleh Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah. Library, 1(1 SE-Articles), 1–11. https://doi.org/10.69533/9ch1nf86
Kemendikbud. (2015). Mendikbud Luncurkan Gerakan Literasi Sekolah.
Kemendikbud. (2017). Materi Pendukung Literasi Baca Tulis. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud. (2019). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Menengah Pertama.
Khusna, S., Mufridah, L., Sakinah, N., & Annur, A. F. (2022). Gerakan Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD, 2(2), 101–112. https://doi.org/10.35878/guru.v2i2.454
Luthfiyah, M. F. (2017). Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas Dan Studi Kasus, (November), 26.
Miles, Huberman, & Saldana. (2014). Strategi Kolaborasi Orang Tua dan Guru dalam Penguatan Pendidikan Akhlak Remaja di Era Digital ( Studi pada SMKN 1 Blora ), 4(2), 7839–7848.
Moleong, L. J. (2008). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT.BPK Gunung Mulia.
Nugroho, C. D. A., & Mawardi, M. (2024). Evaluasi Program Literasi Membaca Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Kedungjati Menggunakan Model Goal Free Evaluation. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(3), 635–644. https://doi.org/10.14421/njpi.2024.v4i3-2
OECD. (2023). PISA 2022 Results: Country Note – Indonesia. Paris.
Rahmawati. (2023). Jurnal inovasi pendidikan, 1, 360–374.
Rizaldi, M. I., Sari, H. P., & Fauzana, O. (2025). Peningkatan Profesionalisme Guru PAI : Pendekatan Berbasis Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran, 65–79.
Rochmah, Z., & Bakar, M. Y. A. (2021). Asatiza : Jurnal Pendidikan, 02(02), 110–115.
Safitri, N. D. (2023). Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia pada Era Society 5.0. Jurnal Teknologi Pendidikan, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.47134/jtp.v1i2.170
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cetakan ke). Bandung: Alfabeta.
Wahyuni, S., & ‘Uyun, Z. Q. (2022). Eksistensi perpustakaan perguruan tinggi dalam mewujudkan masyarakat informasi menuju kampus sains islam refleksi surau minangkabau. BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, 6, 240–247. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/um008vi12017p001
Wandasari, Y. (2017). Implementasi gerakan literasi sekolah (GLS) sebagai pembentuk pendidikan berkarakter. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 2(2), 325-342.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Wahyuni, Sandi Pratama (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






