Manajemen Destinasi Ekowisata Adaptif Iklim Di Pulau Bawean: Model Integratif Berbasis Analisis Kebijakan
DOI:
https://doi.org/10.69533/jurilma.volume3number1.545Keywords:
daya saing destinasi, ekowisata, manajemen destinasi, perubahan iklim, tata kelola kolaboratifAbstract
Perubahan iklim telah banyak dibahas sebagai ancaman ekologis bagi pulau kecil, tetapi penerjemahan informasi risiko ke dalam keputusan manajemen destinasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merumuskan model manajemen destinasi ekowisata adaptif iklim di Pulau Bawean melalui analisis kerentanan, kapasitas adaptif, dan koherensi kebijakan konservasi-pariwisata. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif berbasis analisis dokumen. Artikel ilmiah, dokumen kebijakan, laporan kelembagaan, serta data spasial dan iklim dipilih berdasarkan otoritas, relevansi, keterlacakan, kemutakhiran, dan konsistensi. Data dianalisis menggunakan kerangka kerentanan IPCC, analisis tematik, serta perspektif tata kelola, resiliensi, dan daya saing destinasi. Hasil menunjukkan bahwa risiko pesisir, termasuk proyeksi genangan 442,625 hektar dalam 20 tahun, belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi zonasi investasi, standar produk, protokol operasional, pembagian peran pemangku kepentingan, dan indikator kinerja destinasi. Praktik adaptasi masyarakat dan kelembagaan konservasi merupakan modal awal, tetapi integrasi kebijakan, strategi pemasaran, pembiayaan konservasi, serta keberlanjutan usaha pariwisata masih perlu diperkuat. Kebaruan penelitian adalah Model Manajemen Destinasi Ekowisata Adaptif Iklim (MDEAI) yang terdiri atas empat tahap berulang: intelijen risiko dan zonasi; tata kelola kolaboratif dan pembagian manfaat; pengembangan produk-pasar, infrastruktur, dan pembiayaan tangguh; serta monitoring dan pembelajaran adaptif. Model ini menempatkan resiliensi iklim sebagai kapabilitas manajemen dan sumber daya saing destinasi berkelanjutan. Karena berbasis data sekunder, model perlu divalidasi melalui wawancara, survei wisatawan, observasi, dan analisis usaha.
Downloads
References
Alwi, M., Mutaqin, B. W., & Marfai, M. A. (2025). Coastal management based on multi-hazard assessment in the very small islands of Karimunjawa, Indonesia. Anthropocene Coasts, 8(1), Article 5. https://doi.org/10.1007/s44218-025-00069-x
Balai Besar KSDA Jawa Timur. (2025, August 20). Membangun asa benteng konservasi di Pulau Bawean. https://bbksdajatim.org/amp/membangun-asa-benteng-konservasi-di-pulau-bawean/
Balai Besar KSDA Jawa Timur. (2025, December 2). Dua hari yang mengubah cara kita menilai masa depan hutan dan satwa liar Bawean. https://ksdae.kehutanan.go.id/publikasi/berita/dua-hari-yang-mengubah-cara-kita-menilai-masa-depan-hutan-dan-satwa-liar-bawean-dnMvmMPN/
Balai Besar KSDA Jawa Timur. (2026, May 7). Antara pasar, iklim, dan hutan: Dilema nyata KTH di Pulau Bawean. https://bbksdajatim.org/antara-pasar-iklim-dan-hutan-dilema-nyata-kth
Balai Besar KSDA Jawa Timur. (2026, May 7). Misi Ulinnuha membaca kerentanan iklim di pulau kecil utara Gresik. https://bbksdajatim.org/misi-ulinnuha-membaca-kerentanan-iklim-di-pulau
Becken, S. (2013). Developing a framework for assessing resilience of tourism sub-systems to climatic factors. Annals of Tourism Research, 43, 506–528. https://doi.org/10.1016/j.annals.2013.06.002
Beritelli, P., Bieger, T., & Laesser, C. (2007). Destination governance: Using corporate governance theories as a foundation for effective destination management. Journal of Travel Research, 46(1), 96–107. https://doi.org/10.1177/0047287507302385
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Bramwell, B., & Lane, B. (2011). Critical research on the governance of tourism and sustainability. Journal of Sustainable Tourism, 19(4–5), 411–421. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.580586
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Dewi, C. S. U., Sukandar, & Harsindhi, C. J. (2018). Karang dan ikan terumbu Pulau Bawean. UB Press.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. (2024, August 29). Pertemuan FGD rencana pengelolaan kawasan konservasi Bawean. https://dkp.jatimprov.go.id/unit/dkp-tubankab//news/view/3390
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. (2025, November 5). Pulau Bawean dan dugong: Menjaga warisan laut untuk generasi mendatang. https://dkp.jatimprov.go.id/unit/dkp-tubankab//news/view/4209
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. (2025, December 23). Pulau Bawean dan penyu: Membangun ekowisata berbasis konservasi. https://dkp.jatimprov.go.id/unit/dkp-tubankab//news/view/4318
Dwyer, L., & Kim, C. (2003). Destination competitiveness: Determinants and indicators. Current Issues in Tourism, 6(5), 369–414. https://doi.org/10.1080/13683500308667962
Hall, C. M. (2011). Policy learning and policy failure in sustainable tourism governance: From first- and second-order to third-order change? Journal of Sustainable Tourism, 19(4–5), 649–671. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.555555
Haugland, S. A., Ness, H., Grønseth, B.-O., & Aarstad, J. (2011). Development of tourism destinations: An integrated multilevel perspective. Annals of Tourism Research, 38(1), 268–290. https://doi.org/10.1016/j.annals.2010.08.008
Intergovernmental Panel on Climate Change. (2007). Climate change 2007: Impacts, adaptation and vulnerability. Cambridge University Press.
Lew, A. A. (2014). Scale, change and resilience in community tourism planning. Tourism Geographies, 16(1), 14–22. https://doi.org/10.1080/14616688.2013.864325
Mubarok, M. F. (2024). Pemetaan kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim dengan pendekatan spasial di Pulau Bawean [Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya]. Digilib UINSA. http://digilib.uinsa.ac.id/73324/
Mubarok, M. F., Sawiji, A., & Perdanawati, R. A. (2024). Assessing vulnerability and community knowledge of climate change impacts on Bawean Island, Indonesia. Journal of Marine Resources and Coastal Management, 5(1), 19–26. https://doi.org/10.29080/mrcm.v5i1.2170
Pörtner, H.-O., Roberts, D. C., Masson-Delmotte, V., Zhai, P., Tignor, M., Poloczanska, E., Mintenbeck, K., Nicolai, M., Okem, A., & Petzold, J. (Eds.). (2019). IPCC special report on the ocean and cryosphere in a changing climate. Intergovernmental Panel on Climate Change.
Rashid, I. R., & Juhász, G. (2025). Sustainable tourism and climate resilience in the Maldives. Modern Geográfia, 20(4), 87–100. https://doi.org/10.15170/MG.2025.20.04.05
Ritchie, J. R. B., & Crouch, G. I. (2003). The competitive destination: A sustainable tourism perspective. CABI. https://doi.org/10.1079/9780851996646.0000
Styawan, W. E. (2024). Ancaman perubahan iklim di pulau kecil: Studi kasus kerentanan ekologis Pulau Bawean. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 5(2), 211–221. https://doi.org/10.55448/cs8gnr31
Sukandar, Dewi, C. S. U., & Handayani, M. (2017). Analisis kesesuaian dan daya dukung lingkungan bagi pengembangan wisata bahari di Pulau Bawean Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur. Depik, 6(3), 205–213. https://doi.org/10.13170/depik.6.3.7024
Universitas Brawijaya. (2025, September 27). UB poles Pulau Bawean semakin bersinar lewat Marine Learning Center berbasis SDGs. https://sdgs.ub.ac.id/ub-poles-pulau-bawean-semakin-bersinar-lewat-marine-learning-center-berbasis-sdgs/
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wisnu Ari Purwana Putra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







