a

Miscommunication sebagai Pemicu Konflik Operasional di Pergudangan PT Shan San

Authors

  • Tan Evan Tandiyono Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author
  • Revalia Wulan Suryani Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author
  • Rindu Irmayanti Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author
  • Salsa Fahardilah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author
  • Teresya Dwigantara Wega Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.69533/hyhgq822

Keywords:

gangguan komunikasi, konflik atasan-bawahan, kinerja operasional, manajemen pergudangan, studi fenomenologis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kegagalan komunikasi (miss communication) berperan sebagai pemicu konflik operasional antara atasan dan bawahan dalam aktivitas pergudangan di PT Shan San yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Secara konseptual, penelitian ini menempatkan komunikasi sebagai faktor awal yang memengaruhi munculnya konflik interpersonal, yang selanjutnya berdampak pada efektivitas kinerja operasional dan keharmonisan lingkungan kerja. Ketidakjelasan instruksi, ambiguitas pesan, serta keterbatasan komunikasi dua arah diidentifikasi sebagai sumber utama kesalahpahaman dalam proses kerja sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif para pelaku organisasi. Data dikumpulkan selama tiga minggu melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta pencatatan reflektif terhadap tiga informan dari generasi Milenial dan Generasi Z, termasuk satu orang supervisor. Teknik purposive dan snowball sampling digunakan untuk memastikan relevansi pengalaman informan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara tematik-induktif guna mengidentifikasi pola komunikasi, bentuk konflik yang muncul, serta dampaknya terhadap alur kerja gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang tidak terstruktur dan bersifat satu arah memicu konflik laten maupun terbuka, seperti kesalahan pelaksanaan tugas, keterlambatan pekerjaan, dan ketegangan hubungan kerja. Konflik tersebut tidak hanya bersumber dari perbedaan persepsi, tetapi juga dari hambatan psikologis bawahan yang enggan melakukan klarifikasi. Penelitian ini menegaskan bahwa perbaikan kualitas komunikasi manajerial berperan penting dalam menekan konflik dan meningkatkan kinerja operasional organisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aldio, Sugandi, R., & Annisa, N. (2020). Komunikasi atasan dan bawahan. Jurnal Manajemen, 12(2), 45–60.

Budiman, A. (2015). Pengaruh hubungan atasan–bawahan terhadap perilaku kerja kontraproduktif. Jurnal Psikologi Industri Dan Organisasi, 8(1), 20–35.

Clampitt, P. G. (2013). Communicating for Managerial Effectiveness. SAGE Publications.

Daft, R. L., & Lengel, R. H. (1986). Organizational information requirements, media richness and structural design. Management Science, 32(5), 554–571.

Fiqri, A., & Fitria, N. (2024). Komunikasi interpersonal dan kinerja karyawan. Jurnal Sumber Daya Manusia, 15(1), 78–92.

Graen, G. B., & Uhl-Bien, M. (1995). Relationship-based approach to leadership: Development of LMX theory. The Leadership Quarterly, 6(2), 219–247. https://doi.org/10.1016/1048-9843(95)90036-5

Homans, G. C. (1961). Social behavior. Harcourt Brace.

Kahn, W. A. (1990). Psychological conditions of personal engagement. Academy of Management Journal, 33(4), 692–724.

Kreitner, R., & Kinicki, A. (2010). Organizational Behavior. McGraw-Hill.

Lee, J., & Ok, C. (2016). Hotel employee organizational commitment. International Journal of Hospitality Management, 50, 56–65.

Likert, R. (1967). The human organization. McGraw-Hill.

Matta, F. K., & Patterson, T. A. (2019). Leader–member exchange and performance. Personnel Psychology, 72(4), 599–631.

McGregor, D. (1960). The human side of enterprise. McGraw-Hill.

Mintzberg, H. (1973). The Nature of Managerial Work. Harper & Row.

Raharjo, E. (2017). Persepsi bawahan terhadap komunikasi atasan. Jurnal Manajemen Organisasi, 13(1), 30–45.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2024). Organizational behavior (19th ed.). Pearson Education.

Scandura, T. A., & Graen, G. B. (1984). Moderating effects of initial leader–member exchange. Group & Organization Studies, 9(3), 312–323.

Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership. Jossey-Bass.

Sutrisno, E. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. Kencana.

Wibowo. (2017). Manajemen Kinerja. Rajawali Pers.

Yukl, G. (2013). Leadership in organizations (8th ed.). Pearson.

Zhang, Y., & Jia, M. (2020). Communication quality and leader–member exchange. Leadership & Organization Development Journal, 41(5), 689–703

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Miscommunication sebagai Pemicu Konflik Operasional di Pergudangan PT Shan San. (2025). Jurilma, 2(2), 179-184. https://doi.org/10.69533/hyhgq822